Pengertian anekdot serta contoh soal - Denfol
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian anekdot serta contoh soal

Anekdot

A. Pengertian Teks Anekdot

Kata Anekdot berasal dari bahasa Yunani yang artinya tidak diterbitkan atau tidak dikeluarkan". Pada awalnya, seorang penulis biografi dari Justinian I membuat karya berjudul Anekdota, yang dapat diartikan sebagai catatan yang tidak diterbitkan atau kisah rahasia.

BACA JUGA : MATERI LENGKAP TEKS NEGOSIASI : HAKIKAT,STRUKTUR,DLL

Catatan ini berisi kumpulan kejadian-kejadian singkat dari kehidupan pribadi dari istana Bizantin.

Pada perkembangannya, istilah anekdot dipakai untuk mengacu setiap kisah singkat yang digunakan untuk menekankanatau mengilustrasikan nilai humor dalam sebuah kejadian yang dialami seseorang atau penulis.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan yang pada awalnya, anekdot berisi tentang humor singkat yang dialami tokoh ternama berdasarkan kejadian yang sebenarnya. 

Namun, dalam perkembangannya anekdot juga melibatkan orang-orang yang tidak terkenal atau masyarakat pada umumnya. 

Isi yang terkandung dalam sebuah anekdot bersifat menghibur dan memang salah satu tujuannya adalah menghibur pembaca. 

Akan tetapi, anekdot bukanlah lelucon karena tujuan utamanya adalah tidak hanya untuk membangkitkan tawa, tetapi untuk mengungkapkan suatu kebenaran yang lebih umum daripada kisah singkat itu sendiri.

Teks anekdot sering juga disebut dengan cerita jenaka

Sebuah anekdot tercipta biasanya karena orang jenuh dengan keseriusan, menginginkan suasana yang lebih segar, meskipun terkadang anekdot juga perlu menjadi kajian secara Psikilogis maupun Sosiologis karena ternyatabdalam anekdot itu meskipun ada unsur tawa dan lucu tapi banyak juga berisi sindiran. 

Ciri-ciri teks anekdot baik secara tertulis ataupun lisan, yaitu sebagai berikut.
  1. Sifat (watak) tokoh yang terlalu bodoh atau terlalu pintar.
  2. Adanya Unsur-Unsur kebetulan dalam cerita.
  3. Kelucuan ditimbulkan dari cerita itu sendiri.
  4. Menggunakan Permainan kata-kata yang bersifat lucu.
  5. Nama dari tokoh melambangkan sifat-sifat tokoh.

Jenis teks anekdot ada beraneka ragam. Ada anekdot yang berisi cerita yang lucu, cerita ainspiratif, dan cerita fiktiflimajinatif. Untuk lebih memahaminya bacalah teks anekdot berikut! 

Seratus Ungkapan Semanis Madu

Setelah lulus dari ujian negara di Beijing, seorang pria muda ditunjuk sebagai pejabat pemerintahan ibu kota provinsi. Dia pergi untuk mengucapkan selamat tinggal kepada mentomya, seorang menteri pemerintahan senior.

"Bekerja di lokasi provinsi seperti itu tidaklah mudah. Kamu harus berhati-hati."

"Baiklah. Terima kasih bapak," kata anak muda itu."

"Mohon jangan khawatir. Saya telah menyiapkan seratus ungkapan semanis madu dibenak saya. Kalau nanti saya bertemu dengan pejabat di sana, saya akan menggunakannya, Dia pasti akan senang."

"Bagaimana kamu dapat melakukan hal itu?" tanya mentor itu dengan tidak senang.

"Kita adalah pena sejati". Kita mempunyai prinsip. Kita seharusnya tidak menggunakan sanjungan Sang murid menjawab, 

"Sayangnya, pada kenyataannya kebanyakan orang senang disanjung. Hanya beberapa pria yang benar-benar sejati seperti Anda yang tidak menyukai sanjungan."

"Mungkin kamu benar," mentornya mengangguk sambil tersenyum.

Kemudian pria ini menceritakan kejadian itu kepada temannya, "Saya sudah menggunakan satu dari persediaan saya." Sekarang saya masih memiliki sembilan puluh sembilan ungkapan yang tersisa.

Sumber: diambil seperlunya dari Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik.

B. Struktur Teks Anekdot

Anekdot adalah sebuah teks yang berisi pengalaman berkesan dari seseorang. Anekdot juga bisa merupakan cerita kreasi yang merupakan hasil imajinasi seorang penulis untuk menyampaikan sebuah kritik sosial atau nilai-nilai tertentu yang dikemas dalam kisah humor.

BACA JUGA : RAGAM TEKS DAN KARAKTERISTIKNYA : TEKS HASIL OBSERVASI, TEKS....

Pengalaman yang tidak biasa tersebut disampaikan kepada orang lain dengan tujuan untuk menghibur si pembaca.

Dalam menjalankan tujuan tersebut, teks anekdot disusun dalam 5 Struktur Utama, yaitu Abstraksi (penggambaran), Orientasi (pembukaan), Krisis (kegentingan), Reaksi (kejadian), dan Koda (penutup).

1. Abstraksi (Penggambaran)

Abstrak (penggambaran) adalah bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ini menunjukkan hal unik yang akan diceritakan lebih lanjut di dalam teks tersebut. 

Beberapa abstrak dari teks anekdot diawali dengan kalimat tanya. Akan tetapi, tidak semua abstrak dari teks anekdot menggunakan kalimat tanya.

2. Orientasi (Pembukaan)

Orientasi (pembukaan) adalah bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana sebuah peristiwa terjadi. Pada bagian ini, penulis menceritakan siapa, kapan, dan di mana sebuah kejadian terjadi

Pada tahap inilah penulis memperkenalkan tokoh utama yang ada dalam teks. 

3. Krisis (Kegentingan)

Krisis (kegentingan) adalah bagian dari cerita di mana terjadi ketimpangan antara tokoh utama cerita dengan tokoh yang lainnya.

Masalah yang diangkat dalam krisis selalu bersifat unik dan pada umumnya dilhami oleh kisah nyata yang benar-benar terjadi.

4. Reaksi (Kejadian)

Reaksi (kejadian) adalah respon atau tindakan yang diambil seorang tokoh dalam menghadapi sebuah krisis yang terjadi. Pada tahap inilah pada umumnya ide kreatif seorang penulis ditekankan.

Bagian ini pula yang pada umumnya memuat irama humor yang lucu atau mengesankan.

5. Koda (Penutup)

Koda (penutup) merupakan bagian akhir dari sebuah teks anekdot. Koda berisi penyelesaian cerita atau bisa juga berupa simpulan yang dapat diambil dari sebuah teks anekdot.

Pada bagian Inilah pembaca secara tersurat atau tersirat dapat mengambil pelajaran dari kisah yang diceritakan.

    • Perhatikan contoh identifikasi struktur teks anekdot berikut ini!

Abstraksi

Setelah lulus dari ujian negara di Beijing, seorang pria muda ditunjuk sebagai pejabat pemerintahan ibu kota provinsi.

BACA JUGA : 14 CARA MUDAH MENINGKATKAN KECERDASAN OTAK SEHARI-HARI

Dia pergi untuk mengucapkan selamat tinggal kepada mentornya, seorang menteri pemerintahan senior.

Orientasi

"Bekerja di lokasi provinsi seperti itu tidaklah mudah. Kamu berhati-hati."

"Baiklah. Terima kasih bapak," kata anak muda itu.

"Mohon jangan khawatir. Saya telah menyiapkan seratus ungkapan semanis madu di benak saya. Kalau nanti saya bertemu dengan pejabat di sana, saya akan menggunakannya. Dia pasti akan senang."

Krisis

"Bagaimana kamu dapat melakukan hal itu?" tanya mentor itu dengan tidak senang.

"Kita adalah pria sejati. Kita mempunyai prinsip. Kita seharusnya tidak menggunakan sanjungan."

Reaksi

Sang murid menjawab, "Sayangnya, pada kenyataannya kebanyakan orang senang disanjung. Hanya beberapa pria yang benar-benar sejati seperti Anda yang tidak menyukai sanjungan"

Koda

"Mungkin kamu benar," mentornya mengangguk sambil tersenyum.

Kemudian pria ini menceritakan kejadian itu kepada temannya,

"Saya sudah menggunakan satu dari persedian saya." 

"Sekarang saya masih memiliki sembilan puluh sembilan ungkapan yang tersisa."

-------------------------- Selesai --------------------------

Setelah melihat identifikasi tersebut, tentu Anda menjadi semakin paham akan Struktur Penyajian Teks anekdot.

Perlu diketahui dalam beberapa teks anekdot bagian abtrak dan orientasi bisa jadi berada dalam satu paragraf.

Hal itu karena pada dasarnya tahap abstrak dan priantasi merupakan satu kesatuan bagian cerita yang menggambarkan pengenalan dasar dari sebuah cerita yang diangkat.

C. Menulis Teks Anekdot dengan kaidah Bahasa yang Tepat

Pada umumnya sebuah teks anekdot ditulis berdasarkan Kejadian Nyata, anda pun dapat menulis teks anekdot berdasarkan pengalaman yang pernah kamu alami untuk memperkaya wawasan dan pemahaman mengenai wujud dan karakteristik teks anekdot, atau anda mencari dan membacanya dari berbagi sumber.

Pasalnya, banyak membaca akan meningkatkan kreasi imajinasi seseorang.

Untuk membuat sebuah teks anekdot yang baik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

  • Menentukan Tema Utama cerita yang akan ditulis.
  • Menentukan satu Tokoh sentral yang akan menjadi tokoh utama dalam teks.
  • Menggambarkan latar yang Real dan Logis.
  • Menyusun Teks dengan kombinasi paragraf dan percakapan.
  • Menyunting tanda baca dan ejaan sesuai EYD dan kadidah ke bahasaan yang berlaku.

Memahami ejaan dan kaidah kebahasaan yang berlaku sangat diperlukan dalam menulis semua jenis teks, tanpa terkecuali teks anekdot. 

Penggunaan tanda baca yang atau struktur kalimat yang tidak sesuai dengan kaidah bisa jadi akan mengakibatkan sebuah teks menjadi sulit untuk dipahami. 

BACA JUGA : 14 CARA MUDAH MENINGKATKAN KECERDASAN OTAK SEHARI-HARI

Akibatnya, tujuan yang ingin dicapai dalam sebuah teks menjadi tidak tercapai. Berikut ini beberapa kaidah bahasa yang harus dipahami untuk dapat menulis dengan baik.

1. Kalimat

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, baik lisan atau tulisan, yang mengungkapkan pikiran secara utuh. Kalimat secara lisan ditandai dengan naik dan turunnya suara, jada, dan intonasi.

Kalimat tertulis ditandai dengan pemakaian huruf kapital di awal kalimat dan diakhiri dengan tanda baca. 

Tanda Titik ( . ) untuk menyatakan kalimat berita atau yang bersifat informatif. 

Tanda tanya (?) digunakan untuk menyatakan sebuah pertanyaan. 

Tanda seru (!) digunakan untuk menyatakan kalimat perintah

Kalimat bukanlah sebuah kumpulan acak dari beberapa kata, melainkan kumpulan kata yang tersusun dengan pola tertentu sesuai kaidah bahasa, Sistematika pola kalimat itulah, yang menyebabkan sekumpulan kata dapat dipahami maksud dan tujuannya, Unsur kalimat yang harus kita kenal dalam sebuah kalimat adalah subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. 

Mari kita perhatikan kedua contoh berikut ini :
  1. Roti Ani makan (bukan kalimat)
  2. Ani makan roti. (kalimat)

Contoh (1) bukan merupakan kalimat karena tidak memenuhi struktur dan pola kalimat yang benar. 

Kata-katanya tersusun secara acak, sehingga tidak memiliki makna yang padu.

Adapun pada contoh yang kedua, tampak ciri-ciri dan karakteristik yang dimiliki sebuah kalimat, yakni diawali dengan huruf kapital, disusun dengan pola kalimat yang benar (SPO), dan diakhiri dengan tanda baca.

2. Paragraf dan Letak Gagasan Utamanya

Paragraf adalah bagian bab dalam sebuah karangan yang mengandung satu ide pokok.

Sebuah paragraf terdiri dari satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas, kalimat utama adalah kalimat yang mengandung gagasan utama. 

Adapun yang dimaksud dengan Gagasan Utama adalah gagasan yang menjadi dasar pengembangan sebuah paragraf.

Gagasan utama menyatakan hal-hal umum yang merangkum keseluruhan gagasan dalam sebuah paragraf.

Kalimat utama tersebut akan diuraikan kembali secara detail melalui beberapa kalimat penjelas.

Dengan demikian, yang dimaksud kalimat penjelas adalah kalimat-kalimat yang mengandung gagasan penjelas dari sebuah gagasan utama.

Berdasarkan letak gagasan utamanya paragraf diklasifikasikan menjadi paragraf deduktif, paragraf induktif, dan paragraf campuran.

a. Paragraf Deduktif (Umum-Khusus)

Paragraf deduktif adalah paragraf yang letak gagasan utamanya berada di awal paragraf. Paragraf deduktif diawali dengan satu kalimat yang bersifat umum, kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas yang bersifat khusus. Skema paragraf deduktif adalah

Skema paragraf deduktif

b. Paragraf Induktif (Khusus-Umum)

Paragraf Induktif adalah paragraf yang letak gagasan utamanya berada di akhir paragraf. Paragraf induktif diawali dengan beberapa kalimat yang bersifat khusus, kemudian diikuti satu kalimat utama yang bersifat umum.

BACA JUGA : PENGERTIAN AKIDAH-DALIL

Kalimat utama dari sebuah paragraf induktif merupakan simpulan dari fakta-fakta khusus yang telah disampaikan sebelumnya. Skema paragraf induktif adalah sebagai berikut.

Paragraf induktif

c. Paragraf Campuran

Paragraf Campuran memiliki dua karakteristik yang meliputinya.

  • Pertama, disebut sebagai sebuah paragraf campuran jika semua kalimat dalam paragraf tersebut adalah kalimat utama. 
  • Kedua, disebut paragraf campuran pula jika kalimat utama sebuah paragraf berada di awal dan di akhir paragraf.

Pada karakteristik kedua ini, kalimat utama yang terletak di akhir paragraf merupakan penegasan atau pernyataan ulang dari kalimat utama yang terletak di awal paragraf.

Terkait dengan pengertia tersebut, kita dapat menggambarkan paragraf campuran dalam dua skema.

Skema paragraf campuran

Skema paragraf campuran

D. Merevisi Teks Anekdot sesual Kaldah Bahasa yang Tepat

Merevisi dapat disamaartikan dengan kegiatan menyunting. Menyunting merupakan kegiatan memeriksa kembali sebuah naskah atau hasil tulisan baik dari segi sistematika maupun kaidah kebahasaannya. 

Sistematika mengacu pada struktur teks yang benar. Kaldah bahasa mengacu pada ejaan, pemakaian tanda baca, maupun konjungsi kalimat Konjungsi atau kata sambung adalah adalah kata tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat. 

Misalnya, kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau klausa dengan klausa. Dipandang dari fungsi sintaksisnya, konjungsi dapat dikelompokkan menjadi empat.

1.  Konjungsi Koordinatif

Konjungsi koordinatif adalah yang menghubungkan dua unsur kalimat yang sama pentingnya. Di antara konjungsi koordinatif adalah:

  • Dan : penanda hubungan penambahan:
  • serta : penanda hubungan pendampingan;
  • atau : penanda hubungan pilihan; 
  • Tetapi : penanda hubungan perlawanan;
  • melainkan : penanda hubungan perlawanan;
  • padahal : penanda hubungan pertentangan;
  • Walaupun :  penanda hubungan pertentangan.

2. Konjungsi Korelatif

Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa yang memiliki status sintaksis yang sama.

BACA JUGA : MATERI AKIDAH AKHLAK TENTANG KREATIF

Konjungsi korelatif terdiri atas dua bagian yang dipisahkan oleh satu kata, frasa, atau klausa yang dihubungkan. Berikut adalah contohnya.

  • baik ... maupun ...
  • bukan hanya ..., melainkan juga ...
  • tidak hanya ..., tetapi juga ...
  • entah ... entah

3. Konjungsi Subordinatif

Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih, dan klausa tersebut tidak memiliki struktur sintaksis yang sama.

Salah satu dari klausa itu merupakan anak kalimat Konjungsi subordinatif dikelompokkan menjadi 13 Kategori :

  1. Konjungsi subordinatif waktu, misalnya sejak, setelah, sedari.
  2. Konjungsi subordinatif syarat, misalnya jika, kalau, asalkan.
  3. KonjungsiKonjungsi subordinatif pengandalan, misalnya andaikan, seandainya, sekiranya.
  4. KonjungsiKonjungsi subordinatif tujuan, misalnya agar, supaya, blar.
  5. KonjungsiKonjungsi subordinatif konsesif, misalnya biarpun, meskipun, walaupun
  6. Konjungsi subordinatif pembandingan, misalnya seakan-akan, seperti, laksana.
  7. Konjungsionjungsi subordinatif sebab, misalnya sebab, karena, oleh karena.
  8. KonjungsiKonjungsi subordinatif hasil, misalnya sehingga, sampai-sampai, makanya.
  9. KonjungsiKonjungsi subordinatif alat, misalnya dengan, tanpa
  10. Konjungsi subordinatif cara, misalnya dengan tanpa..
  11. Konjungsi subordinatif komplementasi, misalnya bahwa
  12. Konjungsi subordinatif atributif, misalnya yang
  13. Konjungsi subordinatif perbandingan, misalnya sama ... dengan lebih ... dari.

4. Konjungsi Antarkalimat

Konjungsi antarkalimat adalah konjungsi yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lainnya. 

Contoh penggunaan konjungsi antarkalimat dapat dilihat pada kalimat berikut ini.

  • Kami tidak sependapat dengan asumsi tersebut. Namun demikian, kami tidak menentangnya.
  • Pak, Pak Darto terjangkit penyakit kencing manis. Selain itu, beliau juga mengidap tekanan darah tinggi.
  • Keadaan, Keadaan kota memang sudah mulai aman. Akan tetapi, kita harus tetap waspada.

-- Contoh soal dan jawaban --

*Pilihan ganda

Jawaban yang benar sudah kami Bold 

1. Kata anekdot berasal dari bahasa Yunani yang artinya ....

a. tidak diterbitkan
b. tidak dibenarkan
c. tidak diceritakan
d. sindiran
e.cerita humor

2. Cerita singkat yang menarik karena nilai humor dan sindiran mengenai seseorang berdasarkan kejadian nyata disebut ...

a. cerpen
b. roman
c. investigasi
d. realita
e. anekdot

3. Bagian dari struktur anekdot yang menunjukkan latar belakang terjadinya suatu peristiwa adalah ....

a. krisis
b. orientasi
c. koda
d. reaksi
e. abstraksi

4. Paragraf deduktif dikembangkan dengan
pola pengembangan ....

a. khusus-umum
b. sebab-akibat
c. akibat-sebab
d. generalisasi
e. umum-khusus

5. Pola pengembangan paragraf dengan gagasan utama yang menyebar di seluruh paragraf disebut dengan pola paragraf ....

a. deduktif
b. induktif
c. campuran
d. sebab-akibat
e. akibat-sebab

6. Karya anekdot yang pertama kali ditulis oleh Justinian I yang isinya ...

a. kumpulan cerita-cerita humor kuno pada masa kekaisaran Bizantin
b. jalinan kehidupan Justinian | pada masa kekaisaran Bizantin
C. kisah sindiran tentang perjalanan cinta Justinian!
d. kisah-kisah sindiran tentang penyelewengan kekaisaran Bizantium
e. kumpulan kejadian-kejadian singkat dari kehidupan pribadi dari istana Bizantin

7. Tujuan utama dari ditulisnya sebuah teks anekdot adalah ...

a. mengungkapkan suatu kebenaran yang bersifat umum
b. melancarkan sindiran-sindiran tajam untuk berbagai penyelewengan
c. membangkitkan gelak tawa untuk menghibur pembaca
d. humor picisan yang dimaksudkan untuk mengendorkan ketegangan
e. mengungkapkan sebuah kisah rahasia untuk diketahui khalayak umum

8. Berikut yang bukan merupakan ciri-ciri dari teks anekdot adalah ...

a. adanya unsur-unsur kebetulan dalam cerita
b. kelucuan ditimbulkan dari jalan cerita itu sendiri
c. watak tokoh utama digambarkan dengan kepribadian yang biasa saja
d. nama dari tokoh melambangkan sifat-sifat tokoh
e. watak tokoh utama terlihat sangat menonjol baik terlalu pandai atau terlalu bodoh

9. Di bawah ini yang bukan struktur teks anekdot adalah ...

a. eksposisi
b. reaksi
c. abstraksi
d. orientasi
e. coda

10. Inneke memukul anjing tetangga,
Objek dalam kalimat tersebut adalah

a. Inneke
b. memukul 
c. anjing
d. tetangga
e. anjing tetangga

11. Berikut yang merupakan konjungsi penghubung dua klausa pilihan adalah ...

a. dan
b. atau
c. ketika
d. tetapi
e. bukan

12. Paragraf induktif memiliki letak gagasan utama pada ....

a. awal paragraf
B. akhir paragraf
C. tengah paragraf
d. keseluruhan paragraf
e. awal dan akhir paragraf

13. Berikut ini hal yang perlu diperhatikan saat menceritakan kembali teks anekdot, kecuali ...

A. memahami karakter pendengar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman
b menekankan karakter peran pada tahap reaksi
c. disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami
d. menggunakan ekspresi yang tepat sesuai isi teks
e. menggunakan intonasi tinggi agar pendengar memahami dengan baik

14. Anekdot sering juga dikatakan sebagai teks yang bersifat ...

a. pujian
d. dramatis
b. sindiran
c. celaan
d. fiksi

Bacalah teks anekdot berikut ini dengan saksama

Terserah Mereka

Ada seorang peternak sapi yang cukup berhasil dan punya beratus-ratus ekor sapi. Pada suatu hari, datanglah seorang petugas peternakan yang menyamar dan bertanya

"Setiap hari sapi-sapi ini Bapak beri makan apa?"

"Oh, saya beri makan rumput-rumput saja."

"Kalau begitu Bapak saya denda karena telah memberi makan sapi-sapi ini secara tidak layak. Bapak saya denda Rp2.000.000,00." kata si petugas.

Beberapa minggu kemudian petugas datang kembali dan menanyakan hal yang sama kepada si peternak

"Bapak beri makan apa sapi-sapi ini?" kata si petugas.

"Saya beri makan keju, hamburger, dan susu." jawab peternak sapi.

"Kalau begitu Bapak saya denda Rp3.000.000,00 karena memberi makan di luar batas sewajarnya!" kata si petugas.

Akhirnya, seminggu kemudian datang lagi si petugas menayakan hal yang sama Kepada si peternak.

"Bapak beri makan apa sapi-sapi ini?" tanya si petugas.

"Begini, Pak, setiap hari semua sapi-sapi ini saya beri uang masing-masing Rp3.000,00, terserah mereka mau makan di mana!"

15. Percakapan antara dua tokoh di atas dilakukan di sebuah..

a. Dinas Peternakan
b. jalan
c. rumah
d. peternakan sapi
e. lapangan

16. Oleh karena si peternak sapi dianggap memberi makanan sapi yang tidak layak, ia terkena denda sebesar...

a. Rp3.000,00
b. Rp200.000,00
C. Rp2.000.000,00
d. Rp3,000.000,00
e. Rp4.000.000,00

17. Peristiwa yang memungkinkan untuk melatarbelakangi ditulisnya teks anekdot di atas adalah...

a. adanya wakil-wakil rakyat yang melakukan praktik korupsi
b. banyaknya binatang ternak yang tidak diperlakukan secara layak oleh pemiliknya
c. Kurangnya pekerjaan yang harus dilakukan dinas peternakan terkait dengan pengelolaan usaha peternakan
d. banyaknya polisi lalu lintas yang mencari berbagai alasan untuk menilang pengendara motor di jalan demi kepentingan pribadi
e. banyaknya binatang ternak yang diperlakukan terlalu istimewa oleh pemiliknya 

18. Makanan yang diberikan untuk sapi pada minggu selanjutnya setelah pemeriksaan yang pertama adalah ...

a. hamburger
b. daun
C. rumput
d. jerami
e pizza

19, Bagian teks yang menimbulkan kelucuan adalah ...

a. denda berlebihan yang diberikan petugas peternakan kepada peternak sapi
b. pengulangan pertanyaan yang sama setiap kali mengadakan pemeriksaan kondisi sapi
c. peternak sapi yang memberikan uang untuk masing-masing sapi agar mereka membeli makanan sendiri
d. sapi yang diberikan makanan berupa keju, hamburger, dan susu oleh peternak sapi
e. pegawai dinas peternakan yang meminta denda untuk sapi yang diberi makan secara tidak layak

Catatan Buku Harian

Angin sepoi-sepoi, 20 Agustus 2013

Hai Ry, BT deh sama Dito. Masa aku disuruh ngakuin hal yang nggak aku lakukan. Dito bertanya, siapa yang menyontek, padahal sudah aku jawab, bukan aku pelakunya, tapi Dito malah marah. Dia terus tanya masalah itu, sampai bilang aku nggak belajar segala. MemangMemang untuk apa juga belajar untuk menyontek? Seandainya kamu jadi aku bagaimana Ry, pasti kamu juga akan BT kan?

20. Kalimat yang menunjukkan bagian orientasi dari teks anekdot di atas adalah ...

a. Hai Ry, BT deh sama Dito.
b. Masa aku disuruh ngakuin hal yang enggak aku lakukan.
C. Dito bertanya, siapa yang mencontek, padahal sudah aku jawab, bukan aku pelakunya, tapi Dito malah marah.
d. Memang untuk apa juga belajar untuk menyontek.
e. Seandainya kamu jadi aku bagaimana Ry, pasti kamu juga BT kan?

21. Irama humor yang lucu atau mengesankan dalam sebuah anekdot pada umumnya terdapat pada ...

a. orientasi
b. krisis
c. koda
d. eksposisi
e. reaksi

22. Berikut yang merupakan konjungsi subordinatif syarat adalah ...

a. jika, asalkan, kalau
b. seandainya, andaikata, sekiranya
C.sejak, setelah, sedari
d. dan, atau, serta
e. tetapi, kalaupun, meskipun

23. Hal pertama yang harus dilakukan ketika menulis teks anekdot adalah.

a. menggambarkan latar yang real dan logis
b. menyusun teks dengan kombinasi paragraf dan percakapan
c. menyunting karangan yang sudah ditulis
d. menentukan tema utama cerita yang akan ditulis
e. menentukan satu tokoh sentral yang akan menjadi tokoh utama dalam teks

24. Kalimat berita selalu diakhiri dengan tanda baca ...

a. tanya
B. koma
c. titik
d. perintah
e. seru

25. Annita memakai gaun berwarna biru.

Kalimat yang berpola sama dengan kalimat di atas adalah.
a. AntoniAntoni menemui seorang gadis yang sangat cantik.
b. Daging kambing sangat baik dikonsumsi oleh penderita anemia
c. Beni memanggil taksi untuk Mariam.
d. Ibu sedang menanak nasi di dapur.
e. Eni membeli satu kilogram daging di

Perhatian : "jika jawaban diatas memiliki kesalahan, mohon di koreksi di komentar"

BACA JUGA : MATERI AKIDAH AKHLAK KOMPETISI DALAM KEBAIKAN

*Contoh soal Essay

1. Apakah yang dimaksud dengan kalimat?

Jawaban : kalimat adalah satuan bahasa terkecil, baik lisan ataupun tulisan, yang mengungkapkan pikiran secara utuh.

2. Apa fungsi tanda baca dalam sebuah kalimat?

JawabanUntuk mengatur jeda ketika seseorang membaca suatu kalimat.

3. Buatlah sebuah kalimat yang berpola SPOK!

Jawaban : Ayah membajak sawah menggunakan traktor

4. Jelaskan yang dimaksud paragraf deduktif!

Jawaban : paragraf deduktif adalah paragraf yang letak gagasan utamanya berada di awal paragraf

5. Gambarlah skema yang tepat untuk sebuah paragraf deduktif

6. Apa yang di maksud dengan anekdot ?

Jawaban : kata anekdot berasal dari bahasa Yunani yang artinya "tidak di terbitkan" atau "tidak di keluarkan".

7. Sebutkan struktur yang terkandung dalam teks anekdot ?

Jawaban : abstraksi(penggambaran), orientasi (pembukaan), krisis (kegentingan), reaksi (kejadian), dan koda (penutup).

8. Apa yang dimaksud dengan Koda ?

Jawaban : Koda adalah bagian akhir dari sebuah teks anekdot.

9. Jelaskan apa yang dimaksud dengan menyunting teks anekdot ?

Jawaban : menyunting merupakan kegiatan memeriksa kembali sebuah naskah / hasil tulisan baik dari segi sistematika maupun kaidah kebahasannya.

10. Apa saja yang di gambarkan pada bagian reaksi anekdot ?

Jawaban : ide kreatif seorang penulis di tekankan dan bagian ini pula yang pada umumnya memuat irama humor yang lucu atau mengesankan.

Post a Comment for "Pengertian anekdot serta contoh soal"