Materi Akidah Akhlak Kompetisi dalam kebaikan - Denfol
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Akidah Akhlak Kompetisi dalam kebaikan

Materi Akidah Akhlak Kompetisi dalam kebaikan

1). Pengertian Kompetisi dalam Kebaikan

Kompetisi Dalam Kebaikan (fastabiq al-khairat)secara secara etimologi berarti berlomba-lomba dalam kebaikan. Anjuran ini tertuju baik bagi laki-laki maupun perempuan.

Manusia diperintahkan untuk berlomba dalam berbuat kebajikan, baik kepada manusia atau alam sekitarnya. Misalnya dengan menolong sesama, menyingkirkan sesuatu yang membahayakan di jalan, mengikuti Olimpiade mata pelajaran tertentu dan sebagainya.

BACA JUGA : PENGERTIAN|CIRI CIRI|NILAI NILAI TOLERANSI

Dalam Islam, istilah Fastabiqul al-khairat merujuk pada firman Allah SWT Qs. Al Baqarah : 148 dan Qs. Al-Hadid : 21.

2). Makna Kompetisi dalam Kebaikan

Al-Qur’an menggugah agar umat Islam tidak menjadi umat yang santai melainkan menjadi umat pionir dalam segala kebaikan, oleh karena itu ketika seseorang mengaku sebagai hamba Allah.

Maka, di saat yang bersamaan Ia segera bergerak melakukan segala kebaikan yang tak terhingga luasnya.

Islam memberi motivasi kepada pemeluknya untuk mengedepankan berbuat kebaikan dengan penuh antusias disebabkan antara lain:

a). Melakukan dan Menyebarkan kebaikan adalah tugas poko huk setiap insan.

Tanpa Kebaikan dari Allah, maka manusia di muka bumi ini bisa dipastikan telah musnah sejak ratusan tahun yang silam.

Kata fastabiqu memberi kesan perintah berlomba-lomba agar tidak didahulukan oleh orang lain. Oleh karena itu ia harus bergerak cepat dan bersegera untuk mencapai tujuan tertentu. 

Dalam perlombaan ada tenaga ekstra yang digunakan, segala kemampuan dikerahkan sehingga cita-cita yang diinginkan bisa diraih.

Nabi Muhammad SAW bersabda :

"Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, “Bersegeralah kamu sekalian untuk melakukan amal-amal yang shalih, karena akan terjadi suatu bencana yang menyerupai malam yang gelap gulita dimana ada seseorang pada waktu pagi ia beriman tapi pada waktu sore ia kafir, pada waktu sore ia beriman tapi pada waktu pagi ia kafir, ia rela menukar agamanya dengan sedikit keuntungan dunia." (H.R. Muslim)

b). Usia Manusia Terbatas.

Seseorang yang hidup didunia ini Tidak ada yang mengetahui kapan ia akan Meninggal Dunia, oleh karena itu seseorang harus segera berbuat baik sebelum penyesalan itu tiba.

BACA JUGA : MATERI ILMU KALAM | PENGERTIAN | RUANG LINGKUP | DLL

Jika ia tidak melaksanakannya, maka ia akan menjadi orang yang paling sengsara dan hal tersebut tidak hanya terjadi di dunia saja melainkan juga akhirat.

Agama Islam mempunyai keistimewaan yang menonjol yaitu menyeru kepada perlombaan (berlomba-lomba berbuat kebaikan), dalam al-Qur’an dianjurkan seseorang melakukan kebaikan dan kemudian berlomba dalam kebaikan-kebaikan tersebut serta berupaya agar satu dengan yang lainnya menyusul.

Di sini Allah SWT menggunakan kata perlombaan yang di dalamnya kendati tidak didapatkan arti kata cepat dan segera. Sebab, dari segi etimologi andai kata dua orang berjalan lambat sekalipun, tetapi satu dengan yang lain saling mendahului, maka mereka telah melakukan perlombaan.

Oleh sebab itu karena itu di sini terdapat perintah bagi setiap orang untuk berlomba, kini jika seorang dengan upayanya dia menyusul, maka untuk yang lain pun terdapat juga perintah bahwa dia pun juga harus menyusul ke depan.

Menurut Ibnu Katsir berdasarkan redaksinya ayat ini memiliki makna umum yaitu agar seluruh umat Islam melakukan perbuatan tolong menolong dalam melakukan kebaikan dan mencegah kemungkaran sebagai realisasi dari takwa.

BACA JUGA : ADAB MEMBACA AL-QUR'AN

Dalam hal beramal shalih dapat dilihat bagaimana para sahabat melakukannya, seperti riwayat berikut : 

* Pada suatu hari saat para sahabat yang kurang dari segi harta hadir di hadapan Rasulullah Saw untuk mengadu.
* Ya Rasulullah kami melaksanakan Shalat dan orang-orang kaya itu juga melaksanakan shalat, kami melakukan puasa dan orang-orang yang kaya itu melakukan puasa juga, kami berjihad dan orang-orang kaya itu melakukan jihad juga.
* Tetapi ya Rasulullah ada pekerjaan yang membuat mereka lebih utama.
* Mereka memberikan sedekah tetapi kami tidak dapat melakukan itu, beritahukanlah kepada kami amal shaleh yang dengan melakukan itu kami dapat menutupi kekurangan kami.

Rasulullah SAW bersabda:

Setiap selesai shalat bacalah subhanallah 33 kali , Alhamdulillah 33 kali dan Allahu akbar 33 kali."

3). Ciri-Ciri Perilaku Kompetisi

  1. Mempunyai niat yang ikhlas.
  2. Cinta dan suka kepada kebaikan dan orang yang berbuat baik.
  3. Merasa beruntung ketika melakukan suatu kebaikan.
  4. Merasa rugi jika tidak segera melakukan kebaikan.
  5. Meneladani generasi yang baik.

4). Balasan bagi Pelaku Kompetisi dalam Kebaikan

  1. Selalu bersama Allah SWT.
  2. Menambah kenikmatan.
  3. Dicintai Allah SWT.
  4. Memperoleh rahmat Allah SWT.
  5. Mendapatkan pahala.
  6. Dimasukkan dalam surga.

5). Hikmah Perilaku dalam Kompetisi

  1. Melakukan kebaikan yang ditentukan.
  2. Melakukan persaingan dalam kebaikan sesuai dengan situasi dan kondisi.
  3. Melakukan amal Shalih yang didasari oleh beriman kepada Allah SWT dan dilakukan dengan tekad yang teguh.

Post a Comment for "Materi Akidah Akhlak Kompetisi dalam kebaikan"