Materi tentang Adab Berdoa - Denfol
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi tentang Adab Berdoa

*ADAB BERDOA*

1). Pengertian

Doa berarti permohonan, harapan dan memuji kepada Allah Swt.

Doa dilakukan oleh manusia karena manusia meyakini ada kekuatan besar yang memberikan andil dalam kehidupan, yaitu Allah Swt.

BACA JUGA : ADAB MEMBACA AL-QUR'AN

Doa menurut Ibnu al- Qayyim doa merupakan sebab yang paling kuat dalam menolak sesuatu yang tidak diinginkan dan merupakan sebab terkuat bagi sesuatu yang diinginkan.

Doalah yang menolak, mengobati dan mencegah timbulnya musibah bahkan melenyapkan atau meringankan musibah itu sendiri, karena doa merupakan Senjata bagi seorang mukmin.

Allah SWT menganjurkan manusia untuk berdoa dan Ia menyatakan bahwa dirinya dekat.

Doa terbagi menjadi 2 macam, yaitu:

  • Doa Masalah
Doa masalah ialah permohonan seorang hamba akan hal-hal yang bermanfaat baginya atau agar terhindar dari kerusakan.
  • Doa Ibadah

Sementara, Doa Ibadah adalah memohon kepada Allah SWT dengan berlaku ikhlas kepadanya dalam beribadah untuk mendapatkan apa yang ia inginkan atau agar ia terhindar dari suatu kejahatan yang akan menimpanya.

Hanya saja, kedua hal ini sesungguhnya saling berkaitan dengan erat.

2). Adab Berdoa

 Imam al-Ghazali menyatakan ada 10 hal adab berdoa:

a). Berdoa di Waktu-Waktu Khusus

Waktu-waktu khusus yang dimaksud seperti hari ‘Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijah, Ramadhan satu bulan penuh, hari jum’at dan waktu sahur atau sepertiga akhir malam.

b). Berdoa Pada Kondisi Tertentu

Kondisi yang dimaksud seperti berdoa saat turun hujan, akan melaksanakan Shalat lima waktu, jedah di antara adzan dan iqamah dan saat bersujud.

BACA JUGA : MATERI AKIDAH AKHLAK KOMPETISI DALAM KEBAIKAN

Sebenarnya waktu-waktu yang memudahkan terkabulnya doa kembali pada kondisi yang ada.

Misalnya, ketika waktu sepertiga malam di mana waktu itu adalah waktu yang sunyi yang tepat untuk berdoa sehingga bisa menjadi khusu’.

c). Menghadap Kiblat

Dalam berdoa hendaklah seseorang menghadap kiblat karena ini adalah Arah yang dituju oleh orang yang hendak beribadah kepada Allah Swt.

Selain itu hendaklah doa dilakukan dengan mengangkat kedua tangan dengan merenggangkan keduanya sejajar dengan bahu sehingga warna putih yang ada pada kedua ketiaknya terlihat, Selain itu juga seseorang disarankan untuk mengusap kedua wajahnya.

Dalam hal ini Umar R.A. berkata:

Rasulullah Saw apabila memanjangkan tangannya dalam berdoa, maka ia tidak mengembalikan pada posisi semula sampai ia mengusap wajahnya dengan kedua tanggannya.

d). Melirihkan Suara di Antara Suara Pelan Sekali dan Keras

Melirihkan Suara artinya dalam berdoa tidak dilakukan dengan berdiam atau berdoa di dalam hati. Tidak juga dilakukan dengan suara keras atau dengan berteriak-teriak.

Lakukanlah doa dengan suara yang sedang apalagi bila doa dengan berjamaah.

e). Tidak Berdoa Dengan Kalimat Yang Dibuat-buat.

Dalam berdoa sebaiknya dilakukan dengan doa-doa yang ma’tsur atau doa-doa yang terdapat di dalam al-Qur’an atau berasal dari Rasulullah Saw.

BACA JUGA : MATERI AKIDAH AKHLAK TENTANG DINAMIS

Hal ini dilakukan karena terkadang seseorang dalam berdoa memohon sesuatu yang sesungguhnya tidak mengandung masalah bagi dirinya.

f). Tunduk dan khusu’

Posisi seseorang yang berdoa di hadapan Allah SWT seperti posisi seorang atasan dan bawahan, karena doa memang sejatinya permohonan dari seorang hamba kepada Tuhannya.

Dengan demikian di perlukan ketertundukan dan khusu’.

Khusu’ dalam berdoa di perlukan karena saat itu memang yang pantas dilakukan, jika seseorang khusu’ niscaya Allah SWT senang dan mengabulkan doanya.

g). Berdoa Dengan Tekad Yang Kuat Dan Yakin Akan Terkabul

Dalam berdoa seseorang dianjurkan agar Yakin dengan terkabulnya doa yang dipanjatkan, oleh karena itu saat berdoa hendaklah tidak menggunakan kata-kata yang kurang meyakinkan seperti kata :

"apabila Engkau menghendaki Ya Allah."

Kata-kata tersebut memiliki kesan bahwa yang berdoa kurang yakin akan terkabulnya doa.

h). Mengokohkan Doa dan Mengulang-ulangnya

Di dalam berdoa hendaklah dilakukan dengan Memperkokoh posisi doa agar doa juga menjadi kokoh, dan dalam berdoa juga sebaiknya terus diulangi beberapa kali.

Dengan ini menampakan bahwa doa yang kita panjatkan dilakukan secara sungguh-sungguh dan serius, dengan demikian doa yang panjatkan akan cepat dikabulkan oleh Allah SWT.

i). Memulai Doa Dengan Memuji Allah SWT

Seseorang yang berdoa hendaklah memulai doanya dengan Berzikir kepada Allah SWT lalu membaca shalawat kepada Rasulullah SAW.

Kurang etis apabila dalam berdoa langsung dimulai dengan permohonan, sebab bagaimanapun Allah SWT merupakan Dzat yang Maha Agung yang syarat dengan pujian.

j). Menyucikan batin

Di antara adab berdoa yang tidak kalah pentingnya adalah Kesucian Batin.

Etika berdoa seperti ini kurang diperhatikan oleh seseorang yang berdoa, padahal salah satu kunci terkabulnya doa ada di sini.

BACA JUGA : MATERI AKIDAH AKHLAK TENTANG OPTIMIS

Kesucian batin ini dapat dilakukan dengan Bertobat dan berupaya mengembalikan kezaliman yang pernah dilakukan dan bersemangat di dalam berdoa.

Post a Comment for "Materi tentang Adab Berdoa"