Kisah Teladan Nabi Ayub AS - Denfol
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Teladan Nabi Ayub AS

Nama lengkap Nabi Ayyub A.S adalah Ayyub bin Aish bin Ishaq yang berasal dari romawi, ibunya adalah anak dari nabi Luth As. Ayahnya seorang peternak dan petani yang sukses.

BACA JUGA : SEJARAH DAN LATAR BELAKANG ILMU KALAM

Ia memiliki banyak binatang ternak seperti onta,sapi,kambing,kuda dan keledai, pada saat itu tidak ada yang mampu menandingi kekayaanya, dan Setelah wafat seluruh hartanya jatuh kepada nabi Ayyub a.s.

Ayyub menikah dengan Rahma Binti Afrayim Bin Yusuf As yang merupakan istri pertamanya, Ayyub memiliki 3 Istri para ke 3 ayyub tersebut 12 kali mengandung dan setiap melahirkan selalu anak kembar laki-laki dan perempuan.

Dari 24 anak yang lahir, yang hidup hanya 14, yaitu 8 laki-laki dan 6 perempuan, dan seluruh anak nabi ayub adalah anak-anak yang shalih.

Allah SWT menurunkan syariat kepada nabi ayyub, dan untuk menjalankan syariat tersebut ia membangun masjid.

Ayyub sangat dermawan, setiap saat ia selalu memberikan makanan kepada kaum fakir miskin dan kepada para tamu yang datang menemuinya, iya memposisikan diri sebagai seorang ayah yang penyayang terhadap anak yatim sementara kepada para janda dan kaum dhuafa nabi ayyub seakan-akan sebagai saudara kandung mereka, dan karena hal ini banyak yang mengagumi sosok nabi ayyub as.

Nabi ayyub membebaskan ladang nya yang ditanami buah-buahan dan sayur mayur untuk kaum dhuafa siapa pun boleh mengambilnya setiap tahun.

Meskipun demikian nabi ayyub yang memiliki harta melimpah tetap merasa biasa-biasa saja, ia tidak merasa gembira dengan apa yang dia miliki.

Bahkan di setiap malamnya, ia senantiasa beribadah kepada Allah dan senantiasa pula berdoa : 
"Ya Allah ini semua merupakan pemberianmu di dunia, lalu bagaimana pemberianmu kelak di akhirat bagi hamba-hambamu yang engkau muliakan ?."

Seluruh harta yang ia miliki tidak menjadikannya lalai untuk masuk mensyukuri nikmat allah dan lisan nya juga tidak pernah berhenti untuk berdzikir kepadanya.

BACA JUGA : ADAB MEMBACA AL-QUR'AN

kondisi ini membuat Iblis dan bala tentaranya iri lalu ia kemudian menghadap kepada Allah SWT dan berkata : 

"Ya Allah Ayuub mau menyembah mu karena engkau telah Memberikan kekayaan yang melimpah kepadanya, aku yakin seandainya tidak demikian niscaya ia tidak akan menyembah mu."

Allah SWT menyangkal pandangan iblis dan berkata :

"Engkau pembohong aku tahu ayub tetap akan menyembah ku sekalipun ia tidak memiliki harta apapun."

Iblis menjawab: 

"Baik jika demikian ya allah izinkan aku untuk menghancurkan kehidupan ayub kelak engkau akan melihat bahwa ayub pasti akan melupakanmu."

Iblis lalu mengumpulkan seluruh bala tentaranya dan melakukan musyawarah lalu mereka sepakat untuk menghancurkan seluruh kekayaan Ayyub, atas upaya mereka tiba-tiba muncullah api besar pada seluruh harta Ayyub dan dengan sekejap saja atas ulah iblis dan bala tentaranya seluruh harta Ayyub terbakar habis dan tidak menyisahkan apa pun lagi.

Setelah itu iblis mendatangi Ayub yang sedang melaksanakan shalat di masjid. Iblis berkata : 
Hai ayyub, apakah engkau masih akan beribadah kepada allah padahal tuhanmu telah mengirim api besar yang telah menghanguskan seluruh hartamu ?.
Ayub terdiam dan tidak menjawab sepatah kata pun ia tetap melanjutkan ibadah shalat nya setelah selesai melaksanakan shalat ayyub berkata :

Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta'ala yang telah memberikan aku harta yang melimpah lalu ia mengambilnya kembali dariku.

Atas Jawaban tersebut iblis kecewa dan akhirnya ia kembali dengan tangan hampa.

Setelah semua hartanya ludes habis dimakan api, seluruh anak-anak ayyub bertempat tinggal di rumah saudara ayyub tertua yaitu Harmal, rumah Harmal dijadikan oleh mereka sebagai tempat tinggal sementara.

Suatu hari mereka sedang melakukan santap malam bersama, rupanya iblis dan bala tentaranya akan menjalankan misi Kedua yaitu membunuh seluruh anak-anak ayyub.

Saat itu mereka mengepung rumah tersebut dan mencekik satu per satu dari mereka.

BACA JUGA : AMAL SHALIH YANG DI TERIMA ALLAH SWT

Setelah semuanya wafat, Iblis kembali mendatangi ayub yang sedang melaksanakan ibadah shalat di masjid dan ia kembali berkata :

"Wahai Ayyub sekarang anakmu telah wafat semua, Masihkah engkau menyembah tuhanmu ?.

Ayyub terdiam dan tidak menjawab sepatah kata pun dan ia tetap melanjutkan shalatnya.

Setelah selesai, Ayyub berkata :

Segala puji bagi Allah Dzat yang telah memberikan aku anak-anak tersebut lalu mengambilnya kembali, harta dan anak bagiku semata-mata merupakan ujian.

Dengan nada kecewa iblis pun kembali pulang karena tidak berhasil memperdayai Ayub.

Setelah tidak berhasil dengan misi keduanya, iblis kembali datang dan saat itu ia ingin menjalankan strategi Ketiga, yaitu ingin memasukkan racun ke dalam tubuh Ayyub sehingga ia akan jatuh sakit.

Iblis kembali menemui Ayyub yang saat itu juga sedang melaksanakan shalat lalu ia menghembuskan racun ke telinga dan mulut Ayub, setelah itu tiba-tiba seluruh tubuh Ayub terasa panas dan berkeringat dan ia merasa tubuhnya menjadi berat.

Istrinya Rahmah berkata :

Wahai suamiku barangkali tubuhmu seperti ini terjadi karena engkau merasa cemas dan belum ikhlas dengan harta dan anak yang telah lenyap dari sisimu. Selain itu engkau juga tidak pernah beristirahat, siang hari engkau berpuasa dan dimalam hari engkau beribadah.

Semenjak itu sekujur tubuh nabi Ayub terkena penyakit cacar, nanah keluar dari cacar tersebut dan mulai ada ulat.

BACA JUGA : MATERI TENTANG KHALIFAH

Satu persatu sahabat dan kerabatnya menyingkir dan tidak mau untuk mendekat dengan Ayyub, Ayyub memiliki tiga orang istri dan dua dari mereka telah meminta talak lalu di ceraikan oleh Ayyub.

Ayub hanya ditemani oleh istri pertamanya yaitu Rahma Binti Afrayim Bin Yusuf As. Ia senantiasa mau mengurus Ayub siang dan malam.

Beberapa hari kemudian beberapa Tetangga Ayyub datang kepadanya dan berkata :

Wahai Rahmah kami takut Ayub menularkan penyakitnya kepada kami, oleh karena itu kami berharap engkau dapat membawanya keluar dari kampung ini.

Dengan mendengar ucapan tetangganya, Rahmah pun menangis lalu ia mengemasi seluruh barang yang ia miliki dan seketika itu pula ia membopong Ayyub keluar dari rumahnya menuju kawasan yang jauh dari pemukiman penduduk.

Setelah sampai di sana Rahmah membuat gubuk kecil, dan meletakkan Ayyub yang terbujur lemas di atas tanah dengan batu sebagai bantalnya.

Setelah itu Rahmah pergi menuju kampung terdekat, sebelum pergi Ayyub memanggilnya : 

Wahai Rahmah engkau hendak ke mana ?, Seandainya engkau akan pergi meninggalkanku, pergilah! Biarkan aku sendiri di sini.

Rahmah menjawab :

Jangan takut wahai Ayyub, insyaAllah selama nafasku masih ada, aku akan tetap berada di sini bersamamu.

Dikampung tersebut Rahmah bekerja dalam rangka menafkahi suaminya, yang lama-kelamaan penduduk kampung mengetahui bahwa Rahmah adalah istri Ayyub.

BACA JUGA : MENELADANI SIFAT IBNU RUSYD DAN MUHAMMAD IQBAL

Penduduk pun akhirnya sepakat untuk tidak menerima pekerjaan karena dikhawatirkan penyakit suaminya telah tertular kepadanya lalu ia menyebarkan kepada penduduk setempat.

Rahma menangis dan ia berdoa :

Ya Allah tidak ada ruang lagi didunia ini. Biarlah seluruh manusia telah menganggapku kotor asalkan Engkau tidak. Aku rela di usir oleh mereka dari kehidupan didunia ini asalkan Engkau tidak mengusirku kelak di Akhirat.

Rahma mencari cara lain untuk mendapatkan sepotong roti, akhirnya ia menjual satu-satunya harta yang ia miliki, yaitu berupa tusuk rambut yang menempel dirambutnya.

Setelah mendapatkan uang ia membeli beberapa potong roti untuk suaminya Ayyub. Ayyub heran melihat potongan roti yang lezat tersebut dan juga curiga, lalu ia bertanya kepada istrinya Rahma :

 “Wahai Rahmah dari mana engkau mendapatkan roti ini. Apakah engkau telah menjual dirimu demi mendapatkan potongan roti ini ?.

Rahma pun menceritakan bagaimana ia hingga bisa mendapatkan potongan roti tersebut, setelah mendengar cerita istrinya, Ayyub menangis dan berkata :

Ya Allah aku tidak bisa berkata apa-apa lagi karena istriku telah menjual tusuk rambut yang berada dikepalanya yang kemudian merusak rambutnya.

Rahma menenangkan suaminya dan berkata :

Tenanglah wahai suamiku, insya Allah rambutku akan kembali tumbuh lebih baik lagi.

Rahma lalu memotong potongan roti tersebut dan kembali menyuguhkannya kepada suaminya.

BACA JUGA : NILAI - NILAI ASMAUL HUSNA DAN SIKAP MENELADANINYA

Demikianlah seluruh tubuh nabi Ayub habis sehingga tidak ada daging lagi yang tersisa di seluruh tubuhnya kecuali bibir dan hatinya yang ia gunakan untuk berdzikir kepada Allah


Post a Comment for "Kisah Teladan Nabi Ayub AS"