Meneladani sifat utama Ibnu Rusyd dan Muhammad Iqbal |Materi akidah akhlak - Denfol
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Meneladani sifat utama Ibnu Rusyd dan Muhammad Iqbal |Materi akidah akhlak


A. IBNU RUSYD

  • Riwayat Hidup Dan Keteladanannya

Ibnu Rusyd Lahir pada tahun 520 H atau 1126 M di kota Kordoba Andalus (Spanyol) dari keluarga bangsawan dan terpelajar, yang memiliki nama lengkap Abu al Walid Muhammad ibn Ahmad ibn Rusyd.

BACA JUGA : MATERI LENGKAP ILMUWAN DINASTI ABBASIYAH (H1)

Ia termasuk sosok ilmuwan yang memiliki semangat tinggi di dalam belajar, terdapat suatu riwayat yang menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah terlepas dari Membaca Buku kecuali di malam saat orang tuanya wafat dan di malam pertama hari perkawinannnya.

Pendidikan awalnya di tempuh di kota Kordoba, dan di Kordoba ini ia belajar mengenai ilmu tafsir, hadits, fikih, akidah, bahasa Arab, matematika, fisika, astronomi, logika, filsafat dan kedokteran. 

Kordoba saat itu dikenal sebagai kota ilmu khususnya kajian filsafat yang sepadan dengan kota-kota lainnya seperti Damaskus, Baghdad dan Mesir.

Setelah menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1159 M ia dipanggil oleh gubernur Seville untuk melakukan reformasi pendidikan.

Setelah itu pada tahun 1182 ia diangkat sebagai hakim di Kordoba.

Beberapa bulan kemudian ia pergi ke Maroko diangkat sebagai penasihat khalifah menggantikan Ibnu Thufail (1105-1185 M), di sini Ibnu Rusyd memperdalam ilmu filsafat.

  • Karya-karya Ibnu Rusyd

Ibnu Rusyd memiliki banyak karya. Ernert Renan (1823-1892 M) pernah melacak karya Ibnu Rusyd dan ditemukan berjumlah 78 buah yang tersebar di dalam berbagai diplin ilmu diantaranya :

  • 28 Buah di bidang Filsafat.
  • 20 Buah di bidang Kedokteran.
  • 5 Buah dalam Teologi.
  • 8 Buah dalam Hukum.
  • 4 Buah dalam Astronomi.
  • 2 Buah dalam Sastra.
  • 11 Buah dalam ilmu-ilmu lain.

Di antara karya-karya Ibnu Rusyd adalah :

1). Bidayat al Mujtahid wa Nihayah al Muqtashid (Permulaan Mujtahid dan puncak Muqtasid)

2). Fasl al Maqali fi ma Bain al Hikmah wa al- Syari’ah min al Ittishal (Mempertemukan Filsafat dan Syariat).

  • Akhir Hayatnya

Pada tahun 1195 Ibnu Rusyd mengalami cobaan hidup, ia terkena fitnah sehingga diasingkan di kawasan Atlantik.

Seluruh buku-bukunya dimusnahkan, dan peristiwa ini tidak berlangsung lama karena pihak kerajaan menyadari kekeliruannya dan merehabilitasi nama baiknya.

BACA JUGA : MATERI FIKIH LENGKAP TENTANG KHALIFAH

Pada tahun 595 H/1198 M diusia yang 72 tahun ia pun wafat di Maroko lalu jenazahnya dibawa menuju Kordoba.

B. MUHAMMAD IQBAL

  • Riwayat Hidup dan Keteladanannya

Muhamad Iqbal dilahirkan di Sialkot, Punjab India pada tahun 1876 dari keluarga ekonomi menengah.

BACA JUGA : MATERI LENGKAP ILMUWAN DINASTI ABBASIYAH (H2)

Nenek moyangnya berasal dari kasta Brahma Kasymir yang telah memeluk agama Islam 300 tahun sebelumnya.

Pendidkan awalnya dilakukan di Murray College. Pada tahun 1895, ia pindah ke lahora untuk meuntut ilmu di Goverment College.

Saat di Lahore ia belajar ilmu filsafat sampai mendapat Gelar Magister (Master) lalu diangkat sebagai asisten dosen di Oriental College Universitas Punjab.

Pada tahun 1905, ia pergi ke Inggris dan kuliah di Universitas Cambridge setelah itu ia pindah ke Munich dan memperoleh Gelar Doktor di bidang filsafat.

Pada tahun 1908,  ia kembali ke Lahore dan bekerja sebagai Pengacara dan Dosen filsafat.

Pada tahun 1927, ia mulai berpolitik dengan menjadi Dewan Perwakilan Rakyat dari kawasan Punjab.

Pada tahun 1930, ia didaulat sebagai Presiden Liga Muslim.

Ia mempunyai pandangan luas tentang umat Islam. Muhammad iqbal berpendapat kemunduran umat Islam karena kebekuan pemikiran mereka, yang menurut Iqbal hukum di dalam Islam sesungguhnya tidak statis, ia dapat berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

Selain itu ia berpendapat bahwa Pintu Ijtihad masih terbuka lebar, dan oleh karena itu seorang muslim harus menggunakan akalnya semaksimal mungkin sebagaimana anjuran al-Qur’an yang memerintahkan manusia untuk berpikir dengan akalnya mengenai keadaan alam semesta.

Menurut Iqbal gerak dan hukum yaitu menciptakan merupakan Intisari hidup. Oleh karena itu ia menyerukan agar umat Islam bangkit untuk menciptakan dunia baru, paham dinamisme merupakan pemikiran Muhammad Iqbal di dunia Islam yang terkenal,

Mengenai Barat, ia berpandangan bahwa Barat banyak dipengaruhi oleh materialisme dan kecendrungan meninggalkan agama, menurutnya hal yang dapat diambil dari Barat hanya mengenai Kemajuan Ilmu Pengetahuannya saja.

Adapun mengenai Nasionalisme, Muhammad Iqbal juga kurang sependapat. Ia berpandangan bahwa nasionalisme yang dibentuk oleh Barat cenderung bersifat materalisme dan atheisme.

Ia sebenarnya cocok dengan nasionalisme di Negara India yang menyatukan antara Hindu dan Islam, Hanya saja ia curiga dominasi Hindu lebih kuat. Oleh karena itu ia mendesak agar umat Islam membentuk negara tersendiri yang kelak menjadi Negara Pakistan.

  • Karya Tulisnya dan Wafatnya

Muhammad Iqbal adalah seorang Penyair dan Filosof, yang dimana pemikirannya mengenai kemajuan dan kemunduran umat Islam mempunyai pengaruh yang besar.

BACA JUGA : PENGERTIAN|CIRI CIRI|NILAI NILAI TOLERANSI

Ia memiliki banyak karya di antaranya The development of Metaphisics in Persia (Perkembangan Metafisika di Persia) yang merupakan disertasinya.

Selain itu karyanya yang lain adalah The Recontructions of Religious Thought in Islam yang merupakan hasil ceramahnya di beberapa universitas di India.

Ia Wafat pada saat berusia 62 pada tahun 1938.

Post a Comment for "Meneladani sifat utama Ibnu Rusyd dan Muhammad Iqbal |Materi akidah akhlak "