Adab Bergaul Terhadap Orang yang Lebih Tua dan Tata cara Bergaul Dengan Yang Lebih Muda - Denfol
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Adab Bergaul Terhadap Orang yang Lebih Tua dan Tata cara Bergaul Dengan Yang Lebih Muda

ADAB BERGAUL TERHADAP ORANG YANG LEBIH MUDA

1). Pengertian Orang Lebih Muda

Pemuda dalam bahasa Arab disebut dengan syabab atau fata. Hal tersebut dapat dijumpai di dalam Al-Quran dan Hadits nabi, sementara dalam bahasa Indonesia pemuda berarti orang yang belum sampai setengah umur dan merupakan lawan kata dari tua.

Orang yang lebih muda yang dimaksud di sini adalah anak kecil atau remaja dan para pemuda.

BACA JUGA : ADAB BERGAUL DENGAN LAWAN JENIS

Dalam bergaul dengan anak kecil Rasulullah SAW memberi teladan saat beliau mencium Hasan dan Husein di hadapan Al Aqra bin Habis yang terheran-heran lalu ia berkata :

Wahai Rasulullah Saw saya mempunyai sepuluh orang anak, tetapi tidak ada seorang pun yang pernah aku cium seperti engkau ini.

Rasulullah SAW memandangnya dan berkata:

Barang siapa yang tidak menyayangi sesama manusia, niscaya tidak akan disayangi oleh Allah.” (HR. Bukhari Muslim)

Karena pemberian rahmat dari Allah SWT itulah Rasulullah Saw senantiasa merasa senang dan berusaha menggembirakan hati anak-anak kecil, menghibur dan bila ada tamu yang mengunjunginya dan membawa oleh-oleh, maka sosok yang diberikan terlebih dahulu adalah anak-anak.

Demikian pula bergaul terhadap remaja, remaja adalah masa pencarian jati diri, remaja merupakan kelompok masyarakat yang biasanya kreatif dan inovatif.

Hal ini juga terjadi dalam pergaulan mereka, oleh karena itu banyak dijumpai para remaja yang berusaha menonjolkan identitas pribadi atau kelompoknya.

Mereka biasanya akan meniru siapa saja yang menurut mereka layak untuk ditiru seperti guru, ulama, artis dan para tokoh lainnya.

Dalam beberapa kejadian ditemukan banyak penyimpangan yang dilakukan oleh para remaja ini seperti adanya Komunitas atau Geng yang identik dengan perilaku buruk seperti geng motor dan sebagainya.

BACA JUGA : PENGERTIAN BERGAUL DENGAN TEMAN SEBAYA DAN CARA MENCARI TEMAN M...

Islam memberi perhatian sangat besar terhadap upaya perbaikan mental kaum muda, karena generasi muda hari ini adalah pemeran utama di masa yang akan datang, merekalah fondasi yang menopang masa depan umat Islam.

Adab bergaul dengan orang yang lebih muda pada dasarnya ditujukan untuk menjadikan generasi yang dapat menggantikan tongkat estafet pengembangan umat yang lebih baik.

Al-Qur’an menceritakan tentang potret pemuda Ashabul Kahfi sebagai kelompok pemuda yang beriman kepada Allah dan meninggalkan mayoritas kaumnya yang menyimpang dari agama Allah SWT, sehingga Allah menyelamatkan para pemuda tersebut dengan menidurkan mereka selama 309 tahun.

2). Tata Cara Bergaul dengan Orang Lebih Muda

a). Memberi nasehat dengan bijak

Kalangan muda khususnya remaja dan pemuda adalah masa pancar roba, masa muda mempunyai posisi yang sangat penting.

Para pemuda dituntut untuk memberikan sumbangsihnya dalam membangun kemajuan, bersamaan dengan hal itu masa muda juga merupakan masa yang penuh dengan godaan untuk memperturutkan Hawa Nafsu.

BACA JUGA : PENGERTIAN|CIRI CIRI|NILAI NILAI TOLERANSI

Seorang pemuda yang sedang dalam masa pertumbuhan fisik maupun mental, banyak mengalami gejolak dalam pikiran maupun jiwa, yang tak jarang menyebabkan hidupnya terguncang, oleh karena itu perlu mendapat nasehat dari orang yang lebih tua.

Nasehat yang diberikan oleh orang yang lebih tua tentunya harus bijak, sebenarnya yang diinginkan oleh para pemuda khususnya remaja adalah Kebebasan

Maksudnya mereka sesungguhnya tidak mau mengikuti peraturan yang mengikat yang berasal dari orang tua mereka.

Sebagai contoh konkret ketika anak diajak oleh orang tuanya menghadiri acara pesta perkawinan, Umumnya remaja menolak karena mereka berpikir bahwa bermain dengan teman sebayanya lebih menyenangkan ketimbang harus ikut bersama orang tua.

Oleh karena itu para remaja sekarang banyak menghabiskan waktunya untuk bermain game, handphone, bbm-an, twitter, Whatsapp atau untuk sekedar berkumpul tanpa arah dan tujuan.

Mereka lebih menyukai berkumpul dengan teman sebayanya karena mereka berpikir bahwa orang tua mereka tidak mengetahui gejolak jiwa mereka, mereka berasumsi bahwa teman sebaya yang justru lebih mengetahui dan memahami apa yang menjadi kemauannya.

Situasi seperti inilah yang terkadang membuat orang tua jengkel dan marah terhadap anaknya sehingga ia marah tanpa kendali terhadap anaknya.

Hal demikian justru yang terjadi adalah kesalahan dalam memberikan solusi, maka akibatnya anak akan sulit dikendalikan dan tidak mau mendengarkan nasehat serta tutur kata orang tuanya.

BACA JUGA : ADAB, TATA CARA. LARANGAN BERGAUL DENGAN ORANG LEBIH TUA

Di sinilah diperlukan kebijaksanaan dari para orang tua sehingga tidak terjadi kesalahpahaman antara anak dan orang tua, bersikap lemah lembut ditambahkan dengan pengertian terhadap sikap seorang remaja diperlukan.

Al Quran menunjukkan bahwa sikap keras hati dalam berdakwah akan menyebabkan orang yang menerima dakwah tersebut akan lari, sebaliknya yang menjadikan mereka sadar dan mengikuti kita adalah kelemah lembutan.

b). Mempererat Persaudaraan

Orang yang lebih tua harus mencintai saudaranya yang lebih muda karena Allah akan memandang bahwa dirinya merupakan bagian integral dari suatu masyarakat yang harus membangun suatu tatanan untuk kebahagiaan bersama.

Apapun yang dirasakan oleh saudaranya, baik kebahagiaan maupun kesengsaraan akan dianggap sebagai kebahagiaan dan kesengsaraannya juga.

Dengan demikian akan terjadi keharmonisan hubungan antar individu yang akan memperkukuh persatuan dan kesatuan masyarakat.

c). Memberi Perhatian dan Kasih Sayang

Orang yang lebih muda usianya membutuhkan perhatian orang yang lebih tua, oleh karena itu hendaknya orang yang lebih tua menampakkan perhatian yang lebih besar kepada mereka yang muda.

Seorang anak atau pemuda bisa berperilaku nakal, karena mau mendapat perhatian orang dewasa.

BACA JUGA : MATERI AKIDAH AKHLAK TENTANG OPTIMIS

Mereka Caper membutuhkan diri untuk diperhatikan, di antara caranya adalah dengan mencari informasi latar belakang mengapa mereka berperilaku demikian dan menunjukkan sikap secara langsung berupa kasih sayang dengan bergaul.

d). Memberi Teladan Yang Baik

Menampilkan teladan yang baik dalam sikap dan tingkah laku kepada siapa saja yang berusia lebih muda adalah metode pendidikan yang paling baik dan utama, bahkan para ulama menjelaskan bahwa pengaruh yang ditimbulkan dari perbuatan dan tingkah laku yang langsung terlihat terkadang lebih besar dari pada pengaruh ucapan.

Hal ini disebabkan Jiwa Manusia itu lebih mudah mengambil teladan dari contoh yang terlihat di hadapannya, dan menjadikannya lebih semangat dalam beramal seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW yang menjadikan tantangan sebagai peluang hingga ia menjadi pemuda yang bergelar Al-amin (terpercaya) dari masyarakatnya.

e). Melakukan Pembinaan Yang Baik

Pemuda adalah tonggak penopang Umat, dari mereka kelak akan lahir para ulama, para reformis, pada mujahid dan tokoh-tokoh lain yang memiliki peran sangat besar dalam membangun masyarakat.

Jika mereka baik, maka lingkungannya juga akan mendapat kebaikan di dunia dan akhirat.

f). Memberikan Penghargaan Atas Pencapaian Prestasi

Sebagai orang yang lebih tua dan memahami peran pemuda di masa mendatang, mereka akan memberi penghargaan (reward) atas dedikasi yang ditunjukkan oleh pemuda.

Islam menganjurkan kepada umatnya untuk saling menghargai satu sama lain, Sikap selalu menghargai orang lain itu harus didasari oleh jiwa yang santun, dimana seseorang dapat menumbuhkan sikap menghargai orang di luar dirinya sendiri.

BACA JUGA : MATERI AKIDAH AKHLAK KOMPETISI DALAM KEBAIKAN

Termasuk bagian dari menghargai orang di luar dirinya itu adalah penghargaan terhadap prestasi.

Post a Comment for "Adab Bergaul Terhadap Orang yang Lebih Tua dan Tata cara Bergaul Dengan Yang Lebih Muda"