Adab dan larangan bergaul dengan teman sebaya - Denfol
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Adab dan larangan bergaul dengan teman sebaya

1. Adab Bergaul dengan Teman Sebaya

a. Saling Menghormati

Teman sebaya dimungkinkan dapat berasal dari berbagai kalangan berbeda agama, tradisi dan kebudayaan dengan perbedaan Sikap saling menghormati inilah yang harus dimiliki oleh orang yang bergaul Sikap saling menghormati berarti menempatkan hak dan kewajiban secara seimbang. Menempatkan persamaan hak dan kewajiban secara seimbang sangat dianjurkan oleh Islam. Hal tersebut dilakukan sebagai perwujudan ukhuwah Insaniah. Oleh karena itu Allah menempatkan manusia sebagai makhluk yang paling mulia. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Isra :
“Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”.(QS Al-Isra(17):70

b. Tolong Menolong

Tolong-menolong merupakan bagian dari ajaran Islam yang dianjurkan. Tolong-menolong yang dimaksud di sini adalah tentu saja tolong-menolong dalam hal kebajikan. Oleh karena itu ketika seorang teman memiliki hajat ataupun kegiatan yang membutuhkan pertolongan, maka diusahakan untuk menolongnya. Dari sini kelak akan timbul keharmonisan dalam berteman.

c. Cinta dan Kasih Sayang

Cinta berarti perasaan kasih sayang yang besar. Sementara kasih sayang terdiri dari dua kata, kasih dan sayang. Kasih sebenarnya berasal dari rasa belas kasih seperti Allah SWT mengasihi manusia karena kelemahan dan memang perlu diberi belas kasih. Rasa kasih biasanya menjadi awal munculnya rasa sayang. Sementara rasa sayang itu sendiri merupakan perasaan ingin saling menjaga dan membuat bahagia siap pun yang disayangi.
Kasih sayang antara teman atau anggota masyarakat sangat penting. Kasih sayang akan melahirkan kekuatan yang besar. Kasih sayang akan menciptakan masyarakat yang rukun, solid dan kompak dan akan melahirkan kepekaan sosial yang kuat, bahkan seseorang yang menyayangi temannya dengan tulus akan melahirkan persaudaraan yang hakiki. Pergaulan dengan teman sebaya termasuk dengan siapa pun harus dilandasi oleh rasa kasih sayang dan keikhlasan. Allah SWT tidak akan menyayangi seseorang jika ia tidak menyayangi sesamanya.

d. Saling Menasihati

Bergaul dengan teman sebaya terkadang tidak selalu berjalan mulus. Mungkin saja terjadi hal-hal yang tidak diharapkan seperti terjadi salah pengertian atau bahkan ada teman yang membatasi diri terhadap kita atau bahkan sering membuat ulah dan masalah.
Menghadapi persoalan seperti ini , hendaklah kita harus bijak. Ketika ada teman yang berselisih atau bertengkar ataupun melakukan perbuatan yang tidak baik terhadap teman-teman yang lain maka kita wajib menasihatinya.
Kepada teman yang berbuat salah hendaklah segera meminta maaf dari kesalahannya. Begitu juga apabila kita berbuat salah atau kekeliruan, hendaklah kita segera meminta maaf, baik disengaja maupun tidak disengaja, jangan sampai menunda-nunda dalam meminta maaf.

2.Larangan dalam bergaul dengan teman sebaya

a. Bermusuhan

Bermusuhan artinya tidak ramah atau tidak bersahabat. Oleh karena itu bermusuhan berarti tindakan tidak bersahabat atau tidak ramah terhadap sesama. Agama Islam melarang bermusuhan, apalagi dalam waktu yang cukup lama. Tawuran antar pemuda dan pelajar yang kerap terjadi sudah menjadi budaya dan tren yang salah di kalangan remaja. Tawuran dapat menyebabkan perpecahan di kalangan para pelajar dan dapat mengakibatkan korban harta dan jiwa.
Seorang muslim dilarang saling membenci. Sebab Allah SWT telah menjadikan mereka teman dan saudara yang saling menyayangi, bukan saling membenci. Allah SWT telah mengharamkan permusuhan dan kebencian .

b. Pergaulan bebas

Pergaulan bebas merupakan salah satu akhlak madzmumah(tercela). Bebas di sini berarti telah melewati norma-norma yang ada, baik norma agama maupun norma sosial. Pergaulan bebas yang dimaksud adalah berbaurnya kaum lelaki dan perempuan yang bukan muhrim di suatu tempat di mana mereka dapat saling memandang, memberi isyarat, berbicara, bahkan saling bersentuhan dan berlanjut kepada perbuatan negatif yang diharamkan. Pergaulan bebas juga mengakibatkan berkembangnya kebiasaan negatif, seperti berpacaran. Kebiasaan ini banyak terjadi pada remaja dan umumnya mereka tidak mampu mengendalikan hawa nafsu. Perilaku seperti ini bisa terjadi karena budaya menonton film-film yang tidak mendidik yang berasal dari teman sebaya.
Untuk menghindari pergaulan bebas ini tentu dengan mencari teman sebaya yang Shaleh. Sebagai pemuda janganlah anda berkata “Saya tidak akan terpengaruh oleh teman sebaya saya. Saya hanya sekedar bergaul dan tidak akan mengikuti ucapan dan model pergaulannya yang bebas itu”.
Ungkapan di atas adalah ungkapan yang keliru karena Al-Quran telah menyatakan pengaruh buruk teman serta nabi juga telah bersabda bahwa perilaku teman sangat berpengaruh sekali.

c. Melanggar norma-norma

Pergaulan yang tidak beretika terkadang dapat melanggar norma terutama norma agama. Melanggar norma agama berarti melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan aturan-aturan dalam agama.. Sedangkan norma masyarakat dan Negara adalah segala peraturan, baik tertulis maupun tidak tertulis yang ada dalam masyarakat atau Negara.

Di antara perbuatan-perbuatan yang melanggar norma agama, masyarakat dan Negara antara lain :

1) Berzina

Berzina adalah hubungan suami istri yang tidak terikat dengan pernikahan (perkawinan). Di antara akibat buruk berzina adalah berkurangnya iman, hilangnya sikap menjaga diri dari perbuatan dosa, memiliki kepribadian buruk dan tidak memiliki rasa cemburu. Berzina dapat menghilangkan rasa malu, padahal dalam Islam rasa malu merupakan suatu hal yang sangat diperhatikan dan ia merupakan sebagian dari iman apalagi bagi seorang perempuan.
Perzinaan juga menyebabkan menularnya penyakit-penyakit berbahaya seperti AIDS dan penyakit-penyakit lainnya yang ditularkan melalui hubungan seksual. Dalam Islam perzinaan juga merupakan salah satu dosa besar.

2) Minuman keras

Pergaulan terkadang ditambah dengan hal-hal yang sebenarnya tidak bermanfaat. Banyak hal yang menyebabkan orang melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat seperti berfoya-foya atau menghabiskan masa muda seperti mengonsumsi minuman keras. Minuman keras haram hukumnya dan meminumnya termasuk salah satu dosa besar juga.
Banyak akibat negatif yang timbul dari mengonsumsi minuman keras di antaranya merusak metabolisme tubuh. Menurut penelitian University of Maryland Medical Center penggunaan alkohol dapat menyebabkan penyakit lever (hati kronis).
Minuman keras juga juga dapat mengakibatkan gagal liver. Dari minuman keras, terutama ketika peminumnya mabuk, maka hilanglah akalnya. Di sini seseorang tidak sadar bahwa kemaksiatan lain segera mengikuti di antaranya berkata kotor, tindak kekerasan, pencurian, pemerkosaan dan lain-lain.

3) Narkoba

Narkoba singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang . ada istilah lain yaitu Napza yang berarti napza atau narkotika, psikotropika dan zat Adiktif. Seseorang yang sudah mengonsumsi narkoba biasanya akan ingin menggunakan kembali karena terdapat zat-zat tertentu yang mengakibatkan seseorang cenderung menjadi kecanduan karena secara tidak langsung ia dapat memutuskan syaraf-syaraf dalam otak.
Jika terlalu lama dikonsumsi seseorang akan memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap narkoba dan lambat laun dapat merusak organ tubuh manusia dan jika penggunaannya sudah melebihi takaran, maka si pengguna akan mengalami overdosis dan pada akhirnya akan berujung pada kematian. Hukum mengonsumsi Narkoba sama halnya dengan zat yang memabukkan lainnya, yaitu diharamkan. Bahkan setiap zat yang dapat menghilangkan atau menurunkan kesadaran akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak memabukkan.

Post a Comment for "Adab dan larangan bergaul dengan teman sebaya"